Sunday, August 20, 2017

Sunset Duel

Sunset Duel


Saat itu aku sedang gathering dengan teman-temanku dari komunitas duelist Yu-Gi-Oh! yang ada di kota kami. Komunitas kami memiliki cukup banyak anggota, tapi hanya beberapa yang aktif. Saat itu hanya aku, Verlz, dan Bats yang hadir. Hari sudah mulai gelap. Verlz dan Bats pun sudah hampir selesai duel dan kami berencana untuk pulang setelah itu. Namun, tiba-tiba saja seorang gadis datang dan langsung mengambil kartu milik Verlz.

�Wah, inikan Evolzar Laggia, keren sekali,� ujarnya sambil memandang kartu tipe dinosaurus itu. Wajahnya terlihat bersinar, ia tersenyum lebar. Aku dapat merasakan kesenangan dirinya saat itu. �Tapi sayang sekali dia sudah tidak punya Xyz Material. Sekarang dia sudah sama seperti normal monster.�

Ia pun kini mengalihkan pandangan ke field milik Bats. �Ini? Dragunity Knight � Gae Bulg? Wah, langka sekali.� Dengan cepat ia mengambil kartu itu lalu memandangnya lagi dari dekat. �Semenjak Inzektor keluar sudah jarang aku melihat ada yang menggunakan Dragunity.�

�Woi, jangan asal ambil kartu orang,� tiba-tiba Bats langsung marah.

�Kamu bisa duel?� tanya Verlz.

�Bisa? Aku tantang kalian dua sekaligus.� Gadis itu kini menjadi serius, ia mengeluarkan sebuah kotak kecil dari kantong jaketnya. Sulit dipercaya di dalam kotak itu adalah decknya. Belum pernah aku melihat seseorang gadis begitu semangatnya untuk duel.

�Bah, Luth, bantu dia, kita Tag Team aja,� ujar Bats yang sepertinya mulai tertarik.

�Dibantu? Gak perlu, weeek!� Gadis itu malah menolak sambil melihat menjulurkan lidahnya. Dari ukuran tubuhnya ia terlihat seperti seumuran dengan kami. Tapi tingkahnya seperti anak kecil saja.

�Siapa yang mau bantu, aku mau juga sendirian lawan kalian berdua,� ujarku sok keras sambil mengeluarkan deck-ku dari dalam kotaknya.

Verlz menarik kursi di sebelah Bats lalu duduk bersampingan. Gadis itu kini hanya diam dan terlihat setuju untuk Tag Team. Ia mengambil kursi lalu duduk di hadapan Verlz. Aku pun duduk di kursi tempat Verlz sebelumhya.  Kami pun melakukan hal yang sudah biasa dilakukan sebelum duel. Men-shuffle deck sendiri lalu menyerahkannya ke lawan untuk di-shuffle lagi atau sekedar cut. Sampai tahap ini, gadis itu terlihat sudah biasa.

Tiba-tiba saja gadis itu langsung menarik lima kartu dari atas decknya dan berkata, �Ladies first, draw!� Ia pun menarik kartu. Biasanya kami melakukan suit atau dadu terlebih dahulu untuk menentukan siapa yang pertama bermain tapi sepertinya untuk kali ini tidak.

�Aku set satu monster, lalu aku aktifkan Messenger of Peace! Turn End.�

Messenger of Peace? Apa dia mau main bertahan? Mungkin decknya tipe Final Countdown? Hmm.

�Giliranku, draw!� ujar Verlz langsung saja. Bats sepertinya tidak keberatan dengan itu. �Summon Rescue Rabbit! Aktifkan effect Rescue Rabbit, dengan membanish kartu ini, aku bisa melakukan Special Summon dua normal monster dengan nama sama dari deck. Aku panggil dua Kabazauls! Lanjut dengan Xyz Summon, Evolzar Laggia!�

Wah, belum apa-apa sudah Laggia, pikirku. Berat juga ini, hmm.

�Turn end,� kata Verlz sambil meletakkan tiga kartu tertutup di tempat Spell/Trapnya.

Akhirnya tiba juga giliranku. �Draw! Summon Machina Gearframe! Effect, aku ambil MachinaFortress dari deck.� Belajar dari masa lalu, aku sering kalah dalam Tag Team karena telat memanggil Machina Fortress, jadi kali ini aku akan memanggilnya di turn pertamaku. �Aku Special Summon Machina Fotress, dengan mendiscard dirinya dan satu Machina Fortress lagi ke graveyard.�

�Chain, Bottomless Trap Hole!� ujar Verlz.

Cih, aku kena trap, tapi untung saja aku masih punya satu Machina Fortress di graveyard.

�Set satu kartu, giliranku selesai,� aku pun mengakhiri giliranku.

�Draw!� seru Bats. �Aktifkan Dragon Ravine! Effect, aku discard Dragunity Phalanx untuk mengambil Dragunity Dux dari deck. Normal Summon, Dragunity Dux. Effect, aku pilih Dragunty Phalanx untuk menjadi equipnya.�

�Chain, Book of Moon!� ujarku. Aku sudah mengetahui Bats akan terkena ini, dengan ini Dux tidak akan jadi equip dengan Phalanx, sebuah combo untuk Synchro Summon Dragunity.

�Tunggu dulu,� Bats berpikir sejenak. �Chain, Forbidden Lance! Dengan ini Dux tidak akan terpengaruh oleh semua effect kartu Spell dan Trap.�

Sial, Book of Moon-ku menjadi sia-sia. Dengan effect Dux yang ATK-nya akan bertambah sesuai jumlah Dragunity yang ada, kini ATK-nya pun menjadi 1100 setelah dikurangi effect samping dari Forbidden Lance.

�Dux, serang monster tertutup itu.� ujar Bats sambil menunjuk monster milik gadis yang ada di sampingku. Meskipun ada Messenger of Peace, ATK dari Dux kini sudah mencukupi persyaratan, ditambah lagi Forbidden Lance membuatnya tidak terpengaruh dari semua Spell selama satu giliran.

Ternyata monster yang tertutup itu adalah Wattdragonfly. Deck Watt ya? Unik juga, pikirku. �Effect Wattdragonfly, ketika hancur karena kartu lawan, baik battle maupun effect aku bisa Special Summon satu Watt monster dari Deck. Special Summon Wattgiraffe dari Deck.� ujar gadis itu.

�Main Phase 2,� ujar Bats, �Effect Phalanx, ketika dalam keadaan Equip, aku bisa Special Summon dirinya. Synchro Summon, Dragunity Knight � Vajryana. Effect, aku pilih Phalanx untuk menjadi Equipnya, effect Phalanx, Special Summon dirinya sendiri dari equip. Synchro Summon, Stardust Dragon. Set dua kartu, end.�

LP: 8000 vs LP: 8000

�Draw!� Sudah satu putaran berlalu, kini kembali ke giliran gadis itu. �Karena maintenance cost dari Messenger of Peace, aku akan membayar 100 Life Point.�

LP: 7900 vs LP: 8000

�Wattgiraffe, serang langsung Life Point mereka!� Ah iya, begitulah memang play style dari Watt, aku juga suka Deck itu karena kecepatannya untuk mengurangi Life Point lawan secara langsung meskipun sedikit. Tapi karena kali ini Tag Team, pengurangan Life Point akan sangat terasa. Satu tim hanya memiliki 8000 LP dan memiliki dua field yang berbeda, untuk bisa mendapatkan giliran, seseorang harus menunggu tiga turn.

�Mirror Force!� Bats pun mengaktifkan Trapnya. Machina Gearframe-ku dan Wattgiraffe gadis itu harus lenyap dari field.

�Cih, sial. Main Phase 2! Tribute Stardust Dragon dan Evolzar Laggia, Special Summon Lava Golem!� seru gadis itu sambil meletakkan Lava Golem di field milik Verlz. Wow, strategi ini bagus sekali, pikirku. Laggia kini bukan masalah. �Set dua kartu, turn end!�

 �Draw,� ujar Verlz.

�Saat Standby Phase, effect Lava Golem aktif. Life Point kalian berkurang seribu.�

LP:  7900 vs LP: 7000

�Aktifkan Quick Spell, Mystical Space Typhoon.� Verlz pun membuka salah satu kartu yang dari tadi tertutup di fieldnya lalu memilih Messenger of Peace sebagai target. Kini Lava Golem dapat menyerang, jelas saja, bahkan ia pun memanggil Neo Spacian Grand Mole sebagai tambahan Damage. �Serang langsung!� seru Verlz.

�Special Summon, Battle Fader! Kartu ini dapat dipanggil saat lawan melakukan Direct Attack, saat kartu ini dipanggil, Battle Phase pun berakhir!� ujar gadis itu penuh semangat. Sepertinya ia sangat senang dengan duel kali ini. Mungkin ia sudah lama tidak duel, atau mungkin ini pertama kalinya ia duel secara langsung, bukan dari internet atau video game dan sejenisnya. Kalau memang iya, aku mengerti perasaannya.

�Set satu kartu, turn end.�

�Draw!� Kartu di tangan gadis itu, Verlz, dan Bats tinggal satu lembar. Hanya aku sendiri yang memiliki empat lembar kartu di tangan, tapi, kartu tanganku juga kurang begitu bagus sepertinya. �Aktifkan Field Spell, Geartown!� Dengan begini Dragon Ravine akan pecah pikirku.

�Chain, Mystical Space Typhoon,� ujar Bats. Field Spellku kini malah yang pecah, ditambah lagi karena Geartown hancur di Chain Link 2, aku kehilangan timing untuk mengaktifkan effectnya. Sial.

�Set satu monster dan dua reverse card, giliranku selesai.� Monster apa yang aku set? Sudah jelas Dekoichi, ketika dia flip aku pun draw satu kartu. Biarpun sekarang aku kehabisan kartu tangan, dengan dekoichi aku bisa mengisinya lagi.

�Draw, aktifkan effect Dragon Ravine. Dengan membuang Dragunity Aklys dari tangan, aku dapat mengambil Dragunity Legionnaire dari Deck. Normal Summon Dragunity Legionnaire, effect, aku pilih Aklys dari graveyard sebagai equipnya. Effect kedua Legionnaire, dengan mengirim satu equipnya, aku bisa menghancurkan satu face-up monster milik lawan. Hancurkan Battle Fader. Effect Draguntiy Aklys, ketika ia dikirim ke graveyard saat sedang menjadi equip, hancurkan satu kartu. Hancurkan Lava Golem.�

�Legionnaire serang kartu tertutup,� ujar Bats.

�Flip, Dekoichi the Battlechanted Locomotive, draw satu kartu.� Sayang sekali, ATK Legionnaire hanya 1200 padahal, tetapi Dekoichi harus hancur karena DEF-nya hanya 1000. 


�End.�

LP: 7900 vs LP: 7000

�Draw,� kini sudah kembali ke giliran gadis itu. �Summon Wattcobra! Wattcobra serang langsung Life Point lawan!�

�Dimensional Prison,� ujar Verlz sambil membuka Trapnya.

Sekali lagi, serangan gadis itu berhasil dihalang. Wattcobra harus dibanish karena effect Trap milik Verlz. �Aaargh, kenapa kalian tidak membiarkan aku menyerang.� Gadis itu kali ini benar-benar terlihat kesal. �Turn End!�

�Draw!� ujar Verlz. �Aktifkan Heavy Storm.� Verlz sepertinya mulai resah dengan empat kartu tertutup yang ada di field kami.

�Chain,� ujar Gadis itu, �Starlight Road! Negate effect dari Heavy Storm lalu Special Summon, Stardust Dragon!�

Verlz tetap terlihat tenang. �Summon, Jurrac Guaiba. Battle, Grand Mole serang Stardust.� Jelas saja dia tetap tenang, dengan ada Neo Spacian Grandmole, ketika battle, dia dapat mengembalikan kartu itu dan monster lawan ke tangan. Tapi aku tidak akan membiarkannya begitu saja.

�Chain,� ujarku, �Dimensional Prison.�

Kini Grand Mole harus terbanish karena Trap-ku.

�Aku tidak perlu dibantu,� gadis itu malah protes. Tapi aku malah tertawa, Bats dan Verlz juga.

�Aku tidak membantumu, aku hanya tidak mau ada serangan yang masuk nantinya. Draw!� ujarku sambil menarik kartu.� Bagus sekali. �Normal Summon Black Salvo, effect, Special Summon satu monster Dark Machine level 4 dari graveyard. Special Summon Dekoichi. Syncho Summon, Karakuri Shogun mdl 00 �Burei�!�

�Chain, Solemn Warning, dengan membayar 2000 Life Point, aku bisa membatalkan Synchro Summon dari Burei,� ujar Bats.

LP: 7900 vs LP: 5000

�Chain,� balasku, �Solemn Judgment. Dengan membayar setengah life point, aku bisa membatalkan aktivasi dari spell dan trap card, maupun summon dari lawan.�

LP: 3950 vs LP: 5000

�Chain lagi,� kali ini Verlz pun turun tangan tangan. �Solemn Judgment!� Wah, aku tidak menyangka Verlz menahan kartu itu dari awal duel.

LP: 3950 vs LP: 2500

�Aku chain juga!� Tak kusangka gadis itu juga memiliki trap yang bisa diaktifkan pada saat ini. �Seven Tools of the Bandit! Dengan membayar 1000 Life Point, aku bisa membatalkan aktivasi satu trap card.�

LP: 2950 vs LP: 2500

�Bah,� keluhku kecewa, �kenapa tidak pakai dari tadi? Kalau Seven Tools duluan lalu Solemn Judgment kan Life Point kita bisa lebih banyak.�

�Kamu sih tidak nanya-nanya.�

�Ah, ya sudah lah, yang penting monsterku selamat sekarang, terima kasih.�

�Itu balasan karena udah nyelamatin Stardust aku tadi waktu mau diserang Grand Mole.�

�Hahaha.� Cukup seru juga gath hari ini ternyata, tidak kusangka aku bisa merasakan duel yang sangat seru seperti ini. �Burei serang Legionnaire.�

Tidak ada lagi kartu set di bagian belakang mereka. Serangan Burei kali ini akan diterima mentah-mentah.

LP: 2950 vs LP: 1200

�Giliranku selesai�

Kami sekarang memiliki peluang menang yang cukup besar. Tapi selama ada Dragon Ravine, Bats masih bisa membalikkan keadaan.

�Draw! Aktifkan effect Dragon Ravine, aku buang Terraforming dari tangan untuk mengambil Dragunity Dux. Effect, equip dengan Phalanx yang ada di graveyard. Effect Phalanx, ketika dalam keadaan Equip, aku bisa Special Summon dirinya. Synchro Summon, Dragunity Knight � Vajryana. Effect, aku pilih Phalanx untuk menjadi Equipnya, effect Phalanx, Special Summon dirinya sendiri dari equip. Synchro Summon! Thought Ruler Archfiend!�

�Serang Stardust Dragon.� Sial, aku sudah tidak memiliki set card lagi untuk menahan serangan ini. Mau tidak mau, serangan ini harus kami terima.

LP: 2750 vs LP: 1200

�Effect dari Thought Ruler Archfiend, ketika monster ini menghancurkan satu monster dengan battle, Life Point kami akan bertambah sesuai dengan ATK asli dari monster yang dihancurkan. ATK point Stardust adalah 2500, life point kami akan meningkat sebesar itu juga.�

LP: 2750 vs LP: 3700

Sial, aku sudah tau keadaan akan berbalik, tapi aku tidak menyangka upaya kami kini sia-sia, Life Point mereka kini justru lebih unggul dari kami. Seandainya setelah ini adalah giliranku, aku pasti akan dengan mudah menggunakan effect Burei untuk mengalahkan Tought Ruler dengan mengubahnya ke posisi defend. Tapi jika setela

download file now